Snow White adalah dongeng fiksi yang berasal dari beberapa tempat di Eropa, versi yang paling terkenal adalah cerita oleh Brothers Grimm. Pada versi Jerman, terdapat elemen 7 kurcaci dan cermin.Kebanyakan orang Indonesia (termasuk para penerjemah & editor) selalu salah kaprah menerjemahkan "Putih Salju" (Snow White) menjadi "Putri Salju" (Snow Princess), kesalahan penamaan yang akhirnya menjadi lebih umum, akan tetapi terjemahan yang benar adalah "Putih Salju". Princess Snow White (Putri Putih Salju) adalah tokoh dongeng dari Eropa sedangkan Snow Princess (Putri Salju) adalah terjemahan untuk 雪姫 (ゆきひめ Yuki-Hime), sebutan untuk siluman wanita salju dari Jepang. keduanya adalah tokoh yang berbeda dan tidak saling berhubungan.
Dalam kisah asli Snow White, Si Ratu bukan meminta jantung Snow White, melainkan liver dan paru-parunya yang kemudian akan dijadikan santapan pada malam itu. Setelah mengetahui bahwa Snow White belum meninggal, ia mencoba membunuh Snow White dengan 3 cara. Yaitu dengan cara menarik korsetnya kencang-kencang, menggunakan sisir beracun dan akhirnya menggunakan apel beracun.
Para kurcaci yang mengira Snow White telah mati meletakkannya di peti mati. Si Pangeran lewat dan melihat kecantikan Snow White, ia-pun membawa pulang peti mati dan mayat Snow White dengan tujuannya yang tidak baik. Selagi peti mati Snow White ditarik kuda, Snow White memuntahkan potongan apel beracun dari mulutnya dan ia terbangun kemudian menikahi Si Pangeran, perlu diketahui bahwa ia terbangun karena guncangan kuda bukan ciuman Pangeran. Yang mengerikan sebelum menikah, Si Ratu dipaksa mengenakan sepatu besi yang sangat panas dan dipaksa menari hingga ia meninggal.
Namun menurut sumber lain di akhir ceritanya, dikisahkan bahwa Putri Salju yang tewas setelah makan apel beracun, hidup lagi berkat ciuman seorang Pangeran. Setelah Putri Salju diboyong ke istana, sang Ratu dihukum. Namun berbeda dengan versi yang anda ketahui, hukuman untuk Sang Ratu sangatlah kejam. Kakinya dipasung dengan sepatu besi dan si Ratu dipaksa menari sampai mati di hadapan Putri Salju.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar